KEBIJAKAN PEMBERIAN DANA KEPADA BANK CENTURY DAPAT DIADILI

KEBIJAKAN PEMBERIAN DANA KEPADA BANK CENTURY

DAPAT DIADILI

Terdapat 3 ukuran yang sifatnya kumulatif untuk menentukan suatu kebijakan telah melanggar pidana :

  1. Kebijakan tersebut dijadikan kesempatan/pintu masuk untuk melakukan tindak pidana;

Harus dibuktikan dengan asas kausalitas dimana antara kebijakan dan tindak pidana tersebut merupakan suatu rangkaian perbuatan.

Pada dasarnya kebijakan KSSK memberikan dana kepada Bank Century dan penggunaan dana tersebut oleh Bank Century adalah dua hal berbeda. Jika dapat dibuktikan bahwa kebijakan pemberian FPJP kepada Bank Century tersebut dimaksudkan untuk dibagi-bagi kepada pihak-pihak tertentu yang tidak berkaitan, maka antara kebijakan dan penyalahgunaan dana tersebut adalah suatu rangkaian tindak pidana. Kebijakan tersebut telah dijadikan kesempatan/pintu masuk untuk melakukan suatu tindak pidana.

  1. Dalam pengambilan tersebut terdapat aji mumpung/moral hazard.

Moral hazard berkaitan dengan sikap batin pelaku pada saat melakukan tindak pidana. Teori yang digunakan adalah kesengajaan yang diobyektifkan. Moral hazard akan terlihat dari kesesuaian fakta-fakta yang muncul berdasarkan bukti yang valid.

Perubahan PBI oleh BI terkait persyaratan CAR untuk FPJP adalah untuk memuluskan proses pemberian dana ke Bank Century. Padahal faktanya pada saat itu, ada tiga bank yang dinyatakan gagal termasuk Bank Century tetapi “mengapa FPJP hanya diberikan kepada Bank Century ?”

  1. Kebijakan tersebut melanggar peraturan.

Peraturan tidak hanya mencakup UU tetapi juga peraturan perundang-undangan di bawah UU, termasuk peraturan yang dibuat pejabat publik atau lembaga negara. Kebijakan tersebut kaitannya dengan adanya kebebasan wewenang dalam pengambilan kebijakan yang kemudian disalahgunakan dan kemudian mengarah kepada tindak pidana korupsi (discretionary corruption).

KSSK saat melakukan kebijakan meluncurkan dana Rp. 6,7 Triliun kepada Bank Century telah melanggar Peraturan BI No. 10/26/PBI/2008, dimana berdasarkan peraturan tersebut Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) hanya diberikan kepada bank yang punya rasio kecukupan modal (CAR) minimal 8%, sedangkan CAR Bank Century hanya 2,35%. Pada 14 Nopember 2008, BI mengubah aturan persyaratan FPJP dari CAR 8% menjadi CAR Positif, tetapi saat dana tersebut dikucurkan, CAR Bank Century per 31 Oktober 2008 hanya minus 3,53%.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: